DI LUAR taman Eden, Adam dan Hawa mengalami banyak kesusahan. Mereka harus bekerja untuk mencari makanan mereka. Di sekitar mereka tidak lagi terdapat pohon buah-buahan yang menarik, tetapi yang banyak tumbuh adalah semak duri dan rumput duri. Inilah akibatnya karena Adam dan Hawa tidak mentaati Allah dan tidak menjadi teman lagi bagi-Nya.
Tetapi yang lebih buruk lagi, Adam dan Hawa mulai mati. Allah telah memperingatkan mereka bahwa mereka akan mati bila mereka memakan buah dari pohon tertentu. Jadi, pada hari yang sama mereka memakan buah itu mereka mulai mati. Alangkah bodohnya mereka tidak mendengar kepada Allah!
Anak-anak Adam dan Hawa dilahirkan setelah Allah mengusir orang tua mereka dari taman Eden. Ini berarti bahwa anak-anak mereka juga akan menjadi tua dan mati.
Andai kata Adam dan Hawa mentaati Yehuwa, kehidupan akan menyenangkan bagi mereka dan anak-anak mereka. Mereka semua dapat hidup bahagia untuk selama-lamanya di atas bumi ini. Orang tidak perlu menjadi tua, sakit dan mati.
Allah ingin agar manusia hidup kekal dan bahagia, dan Dia berjanji bahwa suatu waktu ini akan terjadi. Bukan saja seluruh bumi akan indah, tetapi semua orang akan sehat-walafiat. Dan setiap orang di bumi akan berteman baik satu sama lain dan dengan Allah.
Tetapi Hawa tidak lagi menjadi teman Allah. Maka dia mengalami susah payah waktu melahirkan anak-anaknya. Dia kesakitan. Oleh karena tidak mentaati Yehuwa banyaklah duka cita yang dialaminya, bukan?
Adam dan Hawa mempunyai banyak putra dan putri. Sewaktu putra mereka yang pertama lahir, mereka menamakannya Kain. Putra yang kedua dinamai Habel.
Kejadian 3:16-23
16Firman-Nya kepada perempuan itu: “Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.” 17Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: 18semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; 19dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”
20Manusia itu memberi nama Hawa kepada isterinya, sebab dialah yang menjadi ibu semua yang hidup.
21Dan Tuhan Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka.
22Berfirmanlah Tuhan Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.” 23Lalu Tuhan Allah mengusir dia dari taman Eden supaya ia mengusahakan tanah dari mana ia diambil.
Kejadian 4:1-2
4Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan.” 2Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.
Wahyu 21:3-4
3Lalu aku mendengar suara yang nyaring dari takhta itu berkata: “Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka. 4Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu.”