BERTAHUN-TAHUN kemudian. Putra-putra Nuh telah memperoleh banyak anak. Anak-anak mereka menjadi dewasa dan memperoleh anak-anak lagi. Maka jadi banyaklah manusia di atas bumi.
Seorang dari antara mereka bernama Nimrod, adalah cicit Nuh. Ia jahat. Ia memburu dan membunuh binatang dan manusia. Nimrod juga menjadikan dirinya raja, memerintah orang-orang lain. Allah tidak menyukai Nimrod.
Semua orang pada waktu itu mempunyai satu bahasa. Nimrod ingin agar mereka semua tetap berkumpul di satu tempat saja, supaya ia dapat menguasai mereka. Tahukah engkau apa yang Nimrod lakukan? Ia menyuruh orang-orang membangun sebuah kota dengan sebuah menara besar di dalamnya. Lihatlah gambar ini. Mereka sedang membuat batu bata.
Allah Yehuwa tidak senang melihat ini. Allah ingin agar manusia berpencar dan mendiami seluruh muka bumi. Tetapi mereka berkata, ’Mari kita bangun sebuah kota dan sebuah menara yang tinggi sekali sampai puncaknya mencapai langit. Maka kita akan menjadi termasyhur!’ Manusia ingin dirinya dihormati, bukan Allah.
Maka Allah pun membuat manusia berhenti membangun menara itu. Tahukah kau bagaimana cara Allah melakukannya? Dengan tiba-tiba membuat bahasa mereka berbeda-beda. Sebelum itu mereka hanya mempunyai satu bahasa. Mereka tidak dapat lagi saling mengerti satu sama lain. Inilah asal mulanya, mengapa kota ini disebut Babel atau Babilon, yang berarti: ”Kekacauan.”
Lalu orang-orang mulai pindah dari Babel. Mereka yang mempunyai bahasa yang sama pergi bersama dan tinggal di berbagai daerah di bumi.
Kejadian 10:1
10Inilah keturunan Sem, Ham dan Yafet, anak-anak Nuh. Setelah air bah itu lahirlah anak-anak lelaki bagi mereka.
Kejadian 10:8-10
8Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; 9ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan, sebab itu dikatakan orang: “Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan Tuhan.” 10Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear.
Kejadian 11:1-9
11Adapun seluruh bumi, satu bahasanya dan satu logatnya. 2Maka berangkatlah mereka ke sebelah timur dan menjumpai tanah datar di tanah Sinear, lalu menetaplah mereka di sana. 3Mereka berkata seorang kepada yang lain: “Marilah kita membuat batu bata dan membakarnya baik-baik.” Lalu bata itulah dipakai mereka sebagai batu dan ter gala-gala sebagai tanah liat. 4Juga kata mereka: “Marilah kita dirikan bagi kita sebuah kota dengan sebuah menara yang puncaknya sampai ke langit, dan marilah kita cari nama, supaya kita jangan terserak ke seluruh bumi.” 5Lalu turunlah Tuhan untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, 6dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apa pun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. 7Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” 8Demikianlah mereka diserakkan Tuhan dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. 9Itulah sebabnya sampai sekarang nama kota itu disebut Babel, karena di situlah dikacaubalaukan Tuhan bahasa seluruh bumi dan dari situlah mereka diserakkan Tuhan ke seluruh bumi.