LIHATLAH bunga dan buah badam yang matang tumbuh dari tongkat ini. Ini adalah tongkat dari Harun. Bunga-bunga ini dan buah-buah yang matang tumbuh dari tongkat Harun hanya dalam satu malam! Marilah kita lihat mengapa.
Orang-orang Israel telah mengembara di padang gurun untuk beberapa waktu sekarang. Beberapa di antara mereka berpikir bahwa Musa tidak patut menjadi pemimpin mereka, atau bahwa Harun tidak patut menjadi imam besar. Korah adalah salah satu yang berpikiran demikian, dan demikian juga Datan dan Abiram dan 250 orang penghulu bangsa itu. Mereka semua datang dan berkata kepada Musa, ’Mengapakah kau meninggikan dirimu di atas kami?’
Musa berkata kepada Korah dan para pengikutnya, ’Besok pagi bawalah perbaraan dan masukkan kemenyan ke dalamnya. Kemudian datanglah ke tabernakel Yehuwa. Kita akan lihat siapa yang Yehuwa pilih.’
Esok harinya Korah dan 250 pengikutnya datang ke tabernakel. Banyak orang datang untuk berpihak kepada mereka. Yehuwa sangat marah. ’Pergilah dari kemah-kemah orang-orang jahat ini,’ kata Musa. ’Jangan kamu kena sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka.’ Orang-orang mendengarkan, dan mereka pergi dari kemah-kemah Korah, Datan dan Abiram.
Kemudian Musa berkata, ’Dari hal inilah kamu akan tahu siapa yang dipilih Yehuwa. Tanah akan terbelah dan menelan orang-orang jahat ini.’
Segera setelah Musa berhenti berbicara, tanah terbelah. Kemah Korah dan isinya dan Datan dan Abiram dan orang-orang yang menyertai mereka masuk ke bawah, dan tanah menutup di atas mereka. Sewaktu orang banyak mendengar teriakan dari orang-orang yang masuk ke dalam tanah, mereka berteriak, ’Lari! Jangan-jangan bumi menelan kita juga!’
Korah dan 250 pengikutnya masih tetap berada di dekat tabernakel. Maka Yehuwa mengirimkan api, dan semua mereka habis dimakan api. Kemudian Yehuwa menyuruh Eleazar, putra Harun, untuk mengambil perbaraan dari orang-orang yang telah mati itu dan membuatnya menjadi bahan pelapis mezbah. Pelapis mezbah ini menjadi peringatan kepada orang-orang Israel bahwa tak seorang pun selain Harun dan putra-putranya boleh bertindak sebagai imam-imam bagi Yehuwa.
Tetapi Yehuwa ingin membuatnya jelas bahwa Harun dan putra-putranyalah yang Ia pilih untuk menjadi imam-imam. Maka Ia berkata kepada Musa, ’Suruhlah semua pemimpin dari setiap suku bangsa Israel membawa tongkatnya. Kemudian letakkanlah setiap tongkat di dalam tabernakel di depan peti perjanjian. Pada tongkat dari orang yang Aku pilih sebagai imam akan tumbuh bunga-bunga.’
Ketika Musa melihat keesokan harinya, wah, tongkat dari Harun mempunyai bunga-bunga ini dan buah badam yang matang tumbuh dari padanya! Jadi dapatkah kau mengerti sekarang mengapa Yehuwa membuat tongkat Harun ditumbuhi bunga-bunga?
Bilangan 16:1-49
16Korah bin Yizhar bin Kehat bin Lewi, beserta Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, dan On bin Pelet, ketiganya orang Ruben, mengajak orang-orang 2untuk memberontak melawan Musa, beserta dua ratus lima puluh orang Israel, pemimpin-pemimpin umat itu, yaitu orang-orang yang dipilih oleh rapat, semuanya orang-orang yang kenamaan. 3Maka mereka berkumpul mengerumuni Musa dan Harun, serta berkata kepada keduanya: “Sekarang cukuplah itu! Segenap umat itu adalah orang-orang kudus, dan Tuhan ada di tengah-tengah mereka. Mengapakah kamu meninggi-ninggikan diri di atas jemaah Tuhan?” 4Ketika Musa mendengar hal itu, sujudlah ia. 5Dan ia berkata kepada Korah dan segenap kumpulannya: “Besok pagi Tuhan akan memberitahukan, siapa kepunyaan-Nya, dan siapa yang kudus, dan Ia akan memperbolehkan orang itu mendekat kepada-Nya; orang yang akan dipilih-Nya akan diperbolehkan-Nya mendekat kepada-Nya. 6Perbuatlah begini: ambillah perbaraan-perbaraan, hai Korah, dan kamu segenap kumpulannya, 7bubuhlah api ke dalamnya dan taruhlah ukupan di atasnya, di hadapan Tuhan pada esok hari, dan orang yang akan dipilih Tuhan, dialah yang kudus. Cukuplah itu, hai orang-orang Lewi!”
8Lalu berkatalah Musa kepada Korah: “Cobalah dengar, hai orang-orang Lewi! 9Belum cukupkah bagimu, bahwa kamu dipisahkan oleh Allah Israel dari umat Israel dan diperbolehkan mendekat kepada-Nya, supaya kamu melakukan pekerjaan pada Kemah Suci Tuhan dan bertugas bagi umat itu untuk melayani mereka, 10dan bahwa engkau diperbolehkan mendekat bersama-sama dengan semua saudaramu bani Lewi? Dan sekarang mau pula kamu menuntut pangkat imam lagi? 11Sebab itu, engkau ini dengan segenap kumpulanmu, kamu bersepakat melawan Tuhan. Karena siapakah Harun, sehingga kamu bersungut-sungut kepadanya?”
12Adapun Musa telah menyuruh orang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab, tetapi jawab mereka: “Kami tidak mau datang. 13Belum cukupkah, bahwa engkau memimpin kami keluar dari suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya untuk membiarkan kami mati di padang gurun, sehingga masih juga engkau menjadikan dirimu tuan atas kami? 14Sungguh, engkau tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ataupun memberikan kepada kami ladang-ladang dan kebun-kebun anggur sebagai milik pusaka. Masakan engkau dapat mengelabui mata orang-orang ini? Kami tidak mau datang.” 15Lalu sangat marahlah Musa dan ia berkata kepada Tuhan: “Janganlah perhatikan segala persembahan mereka. Belum pernah kuambil satu ekor keledai pun dari mereka, dan belum pernah kulakukan yang jahat kepada seseorang pun dari mereka.”
16Lalu berkatalah Musa kepada Korah: “Engkau ini dengan segenap kumpulanmu harus menghadap Tuhan, engkau dan mereka dan Harun, pada esok hari. 17Baiklah kamu masing-masing membawa perbaraannya membubuh ukupan di atasnya, lalu kamu mempersembahkan masing-masing perbaraannya ke hadapan Tuhan, dua ratus lima puluh perbaraan; juga engkau ini dan Harun masing-masing harus membawa perbaraannya.” 18Maka mereka masing-masing membawa perbaraannya, membubuh api ke dalamnya, menaruh ukupan di atasnya, lalu berdirilah mereka di depan pintu Kemah Pertemuan, juga Musa dan Harun. 19Ketika Korah mengumpulkan segenap umat itu melawan mereka berdua di depan pintu Kemah Pertemuan, tampaklah kemuliaan Tuhan kepada segenap umat itu. 20Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun: 21“Pisahkanlah dirimu dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata.” 22Tetapi sujudlah mereka berdua dan berkata: “Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk! Satu orang saja berdosa, masakan Engkau murka terhadap segenap perkumpulan ini?”
23Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: 24“Katakanlah kepada umat itu: Pergilah dari sekeliling tempat kediaman Korah, Datan dan Abiram.” 25Lalu pergilah Musa kepada Datan dan Abiram, dan para tua-tua Israel mengikuti dia. 26Berkatalah ia kepada umat itu: “Baiklah kamu menjauh dari kemah orang-orang fasik ini dan janganlah kamu kena kepada sesuatu apa pun dari kepunyaan mereka, supaya kamu jangan mati lenyap oleh karena segala dosa mereka.” 27Maka pergilah mereka dari sekeliling tempat kediaman Korah, Datan dan Abiram. Keluarlah Datan dan Abiram, lalu berdiri di depan pintu kemah mereka bersama-sama dengan isterinya, para anaknya dan anak-anak yang kecil. 28Sesudah itu berkatalah Musa: “Dari hal inilah kamu akan tahu, bahwa aku diutus Tuhan untuk melakukan segala perbuatan ini, dan hal itu bukanlah dari hatiku sendiri: 29jika orang-orang ini nanti mati seperti matinya setiap manusia, dan mereka mengalami yang dialami setiap manusia, maka aku tidak diutus Tuhan. 30Tetapi, jika Tuhan akan menjadikan sesuatu yang belum pernah terjadi, dan tanah mengangakan mulutnya dan menelan mereka beserta segala kepunyaan mereka, sehingga mereka hidup-hidup turun ke dunia orang mati, maka kamu akan tahu, bahwa orang-orang ini telah menista Tuhan.” 31Baru saja ia selesai mengucapkan segala perkataan itu, maka terbelahlah tanah yang di bawah mereka, 32dan bumi membuka mulutnya dan menelan mereka dengan seisi rumahnya dan dengan semua orang yang ada pada Korah dan dengan segala harta milik mereka. 33Demikianlah mereka dengan semua orang yang ada pada mereka turun hidup-hidup ke dunia orang mati; dan bumi menutupi mereka, sehingga mereka binasa dari tengah-tengah jemaah itu. 34Dan semua orang Israel yang di sekeliling mereka berlarian mendengar teriak mereka, sebab kata mereka: “Jangan-jangan bumi menelan kita juga!” 35Lagi keluarlah api, berasal dari pada Tuhan, lalu memakan habis kedua ratus lima puluh orang yang mempersembahkan ukupan itu.
36Tuhan berfirman kepada Musa: 37“Katakanlah kepada Eleazar, anak imam Harun, supaya ia mengangkat perbaraan-perbaraan dari antara kebakaran itu, lalu hamburkanlah api itu jauh-jauh, karena semuanya itu kudus, 38yakni perbaraan orang-orang berdosa yang telah membayarkan nyawanya, kemudian semuanya itu harus ditempa tipis-tipis menjadi salut mezbah, sebab telah dibawa ke hadapan Tuhan oleh orang-orang itu, jadi semuanya itu kudus; dengan demikian hal itu menjadi tanda bagi orang Israel.” 39Maka imam Eleazar mengambil perbaraan-perbaraan tembaga yang telah dibawa oleh orang-orang yang terbakar itu, lalu ditempa menjadi salut mezbah. 40Itu menjadi suatu peringatan bagi orang Israel, supaya jangan tampil orang awam yang bukan dari keturunan Harun untuk membakar ukupan di hadapan Tuhan, dan jangan ia menjadi seperti Korah dan kumpulannya -- seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya dengan perantaraan Musa.
41Tetapi pada keesokan harinya bersungut-sungutlah segenap umat Israel kepada Musa dan Harun, kata mereka: “Kamu telah membunuh umat Tuhan.” 42Ketika umat itu berkumpul melawan Musa dan Harun, dan mereka memalingkan mukanya ke arah Kemah Pertemuan, maka kelihatanlah awan itu menutupinya dan tampaklah kemuliaan Tuhan. 43Lalu pergilah Musa dan Harun ke depan Kemah Pertemuan.
44Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: 45“Pergilah dari tengah-tengah umat ini, supaya Kuhancurkan mereka dalam sekejap mata.” Lalu sujudlah mereka. 46Berkatalah Musa kepada Harun: “Ambillah perbaraan, bubuhlah api ke dalamnya dari atas mezbah, dan taruhlah ukupan, dan pergilah dengan segera kepada umat itu dan adakanlah pendamaian bagi mereka, sebab murka Tuhan telah berkobar, dan tulah sedang mulai.” 47Maka Harun mengambil perbaraan, seperti yang dikatakan Musa, dan berlarilah ia ke tengah-tengah jemaah itu, dan tampaklah tulah telah mulai di antara bangsa itu; lalu dibubuhnyalah ukupan dan diadakannyalah pendamaian bagi bangsa itu. 48Ketika ia berdiri di antara orang-orang mati dan orang-orang hidup, berhentilah tulah itu. 49Dan mereka yang mati kena tulah itu ada empat belas ribu tujuh ratus orang banyaknya, belum terhitung orang-orang yang mati karena perkara Korah.
Bilangan 17:1-11
17Tuhan berfirman kepada Musa: 2“Katakanlah kepada orang Israel dan suruhlah mereka memberikan kepadamu satu tongkat untuk setiap suku. Semua pemimpin mereka harus memberikannya, suku demi suku, seluruhnya dua belas tongkat. Lalu tuliskanlah nama setiap pemimpin pada tongkatnya. 3Pada tongkat Lewi harus kautuliskan nama Harun. Bagi setiap kepala suku harus ada satu tongkat. 4Kemudian haruslah kauletakkan semuanya itu di dalam Kemah Pertemuan di hadapan tabut hukum, tempat Aku biasa bertemu dengan kamu. 5Dan orang yang Kupilih, tongkat orang itulah akan bertunas; demikianlah Aku hendak meredakan sungut-sungut yang diucapkan mereka kepada kamu, sehingga tidak usah Kudengar lagi.” 6Setelah Musa berbicara kepada orang Israel, maka semua pemimpin mereka memberikan kepadanya satu tongkat dari setiap pemimpin, menurut suku-suku mereka, dua belas tongkat, dan tongkat Harun ada di antara tongkat-tongkat itu. 7Musa meletakkan tongkat-tongkat itu di hadapan Tuhan dalam kemah hukum Allah. 8Ketika Musa keesokan harinya masuk ke dalam kemah hukum itu, maka tampaklah tongkat Harun dari keturunan Lewi telah bertunas, mengeluarkan kuntum, mengembangkan bunga dan berbuahkan buah badam. 9Kemudian Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan Tuhan kepada seluruh orang Israel; mereka melihatnya lalu mengambil tongkatnya masing-masing.
10Tuhan berfirman kepada Musa: “Kembalikanlah tongkat Harun ke hadapan tabut hukum untuk disimpan menjadi tanda bagi orang-orang durhaka, sehingga engkau mengakhiri sungut-sungut mereka dan tidak Kudengar lagi, supaya mereka jangan mati.” 11Dan Musa berbuat demikian; seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, demikianlah diperbuatnya.
Bilangan 26:10
10tetapi bumi membuka mulutnya dan menelan mereka bersama-sama dengan Korah, ketika kumpulan itu mati, ketika kedua ratus lima puluh orang itu dimakan api, sehingga mereka menjadi peringatan.